Showing posts with label Boys Tales. Show all posts
Showing posts with label Boys Tales. Show all posts

Monday, September 12, 2011

Snorth 100% - The War! (2)

"Life is timeless if you do care about it."
Ini waktu ketika matahari terbenam, saat itu aku yakin sesuatu yang buruk terjadi. Dan benar saja, sekali lagi aku tertangkap oleh para samurai itu. Aku tak habis pikir mengapa mereka dipanggil dengan julukan 'samurai', melihat fakta bahwa samurai adalah seseorang yang terhormat, mereka rela bunuh diri bila nama mereka tercemar. Di desa ini, orang-orang memanggil mereka 'samurai' yang mungkin dikarenakan orang-orang desa ini takut kepada orang-orang yang dijuluki 'samurai' itu, sesuatu tidak beres.

Aku ditangkap, dan dimasukan ke dalam penjara desa. Sebenarnya aku tahu aku bisa keluar dari sini dengan mudahnya, tapi aku lelah untuk lari setelah sekian lama. Terlalu banyak yang aku pikirkan hari ini, aku sudah sangat lelah sehingga jatuh tertidur.

Keesokan paginya, aku terbangun oleh teriakan dan lemparan kayu dari para orang-orang yang menangkapku. Aku sama sekali tidak merasakan rasa sakit dari lemparan tersebut. Yang aku tahu mereka sangat marah besar untuk sesuatu yang sama sekali aku tidak ketahui. Aku tahu aku akan diinterogasi sebentar lagi, menanyakan semua hal tentang diriku yang sebenarnya aku hindari untuk aku bicarakan. 

Tempat yang sudah mereka sediakan sangatlah tidak nyaman. Hanya tersedia 1 kursi dan meja, dan aku menyadari bahwa aku harus duduk di bawah selama interogasi. Bukan masalah jika lantai/tanah itu bisa diduduki. Yang aku duduki saat itu adalah lumpur, karena sepertinya tadi malam turun hujan. Aku terus diam selama mereka tanyai,

"Siapa orang tuamu?" tanya orang yang menginterogasiku, aku tetap tidak menjawab,

"Kau berasal dari planet kirlia?" tanya orang itu lagi, dan aku tetap diam

"Kenapa kau tidak menjawab? Aku bukan termasuk pada golongan orang-orang itu, aku bisa menolongmu." kata orang itu tiba-tiba dan aku pun mencelos. Dia bisa membantuku? Apa maksudnya?

"Aku bisa membantumu. Aku tahu kau dikejar oleh beberapa orang jahat tersebut karena kau sepertinya akan merebut tempat mereka dan mereka akan tersingkirkan. Tapi aku bisa membuat kelemahanmu, menjadi sesuatu kelebihanmu yang mungkin bisa kau gunakan untuk menyingkirkan mereka." Jelasnya. Aku pun tertarik, darimana dia tahu kelemahanku?

"Ini..." katanya sambil memberiku secarik kertas, "Kau bisa keluar sore ini, tapi jangan sampai ada yang tahu soal ini" katanya lagi sambil memperingatkan, "sekarang kau kembali ke dalam penjara dan tunggu sampai sore, kau bisa keluar." perintahnya sambil membawaku kembali ke penjara.

Aku membuka kertas yang ia berikan tadi, dan setelah ku lihat, dia memberiku peta untuk pergi ke suatu tempat. Aku tahu tempat ini, tapi aku tahu bahwa tidak pernah ada seseorang pun ke sana karena orang-orang desa berkata bahwa tempat itu berbahaya. Tapi mengapa aku harus takut,  toh lama atau sebentar lagi aku akan mati. Sore ini aku harus kesana menemui orang itu, aku tidak mengenalnya tapi aku percaya, itu bisa membuat keadaan membaik.

(to be continued...)

Wednesday, March 3, 2010

Snorth 100% - The war!!

(lanjutan sebelumnya)

Sebenarnya itu hanya mimpi atau bukan, ku hanya berharap ini semua hanya mimpi. Ku terbangun di kegelapan malam, melihat cahaya mathari di tengah kegelapan hutan, aku berpikir, "Mana mungkin ada matahari di tengah malam", aku menyusuri jalan menuju ke tengah hutan, "Mungkin matahari ini akan berakhir sebelum fajar, Hmm.. Spertinya aku harus cepat-cepat", aku berlari menembus kegelapan hutan, aku bisa berlari hingga 200 km/jam, ketika aku sampai di tengah hutan, Aku terpukau dengan cahaya yang dipancarkan oleh matahari-tengah-malam itu, aku berharap bisa menyentuh matahari, menyentuh kehangatannya, melihat sinarnya...
Aku sedih, melihat masa laluku yang kelam,  semuanya berlalu, aku masih ingat di mana aku lahir, ketika itu hanya suara jangkrik di malam hari di tengah gunung. Dan ibuku, seorang veelow, terdengar rintihan, ayahku snorth.. Semuanya masa kelam bagiku, dan, well sekarang aku di sini, berbaring di antara rerumputan dan kau tahu, aku sangat merindukan Shiva Dorth, walaupun ia hanya seseorang veelow yang tak sempurna, sepertinya sesuatu pada dirinya sangat baik, dan aku tak pernah menemukannya pada veelow lainnya. Sepertinya ia nyata, karena pada saat itu, sepasang tangan putih menepuk bahuku, dan aku terbangun.
"Siapa itu ?" tanyaku kaget.
"Jangan khawatir, ini aku Shiva.." jawabnya.
"Ooh, kebetulan sekali, aku sedang butuh teman untuk bercerita." aku meminta.
"Baiklah, aku akan mendengarkan." Jawabnya lembut.
"Aku sangat ingin menjadi makhluk biasa, tak seperti ini, kehidupanku sangat terancam, dan aku tak ingin orang-orang yang ku sayangi menjadi korban hanya untuk hal seperti ini.. Dan aku ingin pergi sejauh mungkin, sejauh aku bisa melindungi mereka, aku merasa bersalah untuk hal ini. Dan kau tahu, aku tak diizinkan untuk berteman dengan siapapun, dan aku masih sedih atas hal itu. Mungkin aku memang harus mati.." jawabku putus asa.
"Jangan, lakukan yang terbaik untuk orang-orang di sekitarmu. Bersama merekalah yang terbaik." jawabnya bijaksana.
"Ok! Akan ku coba." jawabku, sembari memandang ke langit lagi, untuk melihat matahari itu.
"Kau tahu, kadang aku berpikir untuk melenyapkan diriku dari segala yang ada, tapi itu sulit untuk mengingat apa yang akan kita peroleh dari perbuatan kita." ia menceritakan.
"Lihatlah ke atas sana, sangat indah bukan ?, bagiku meninggalkan mereka hanya salah satu jalan dari beribu-ribu jalan yang tersedia untukku. Dan aku membayangkan matahari itu adalah sesuatu yang harus ku jaga, tetap bersinar, dan tidak akan bersedih." balasku.
Kami terdiam untuk waktu yang sangat lama. Kini, tak tahu bagaimana, ia, Shiva, menjadi sahabatku. Kami mengagumi sang matahari yang sekarang semakin naik ke ufuk, mengapa waktu berjalan sangat cepat ?.


(bersambung...)

Saturday, January 17, 2009

Snorth 100 %

Hari ini sungguh berjalan sangat aneh. Samurai-samurai itu menyerangku tanpa sebab. Aku sangat tidak tahu menahu hal itu. Mungkin karena aku adalah SNORTH, snorth 50 % persen....
Mereka membenci snorth karena mereka tak ingin kekuasaan mereka terganggu oleh kedatangan snorth itu. Tapi apa salahnya, snorth bukan makhluk yang jahat dan mengganggu. Bagiku kampung ini merupakan tempat tinggal terakhir snorth. Karena aku bersama keluargaku tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Sebenarnya tempat tinggal kami di jarah oleh sekumpulan makhluk wizzland yang rakus, memakan segalanya yang mereka lewati. Snorth adalah jenis makhluk dengan tampang rupawan dan berpostur tegap. Karena, para samurai tidak mau para snorth tinggal, mereka tidak mau popularitasnya terganggu.
Pada hari yang cerah di mana aku sedang bersenandung, berlalulah seorang wanita dengan gaun putih dan mahkota mutiara, dia berjalan dengan awan. Selama ini aku belum pernah melihat makhluk sempurna seperti itu kecuali ibuku yang keturunan Veelow. Aku lalu mengajak berkenalan. Ternyata dia adalah veelow yang tersesat, dia berjenis veelow angin. Maka aku tunjukkan rumahku. Bagiku dia bagaikan nenekku yang telah tiada. Sejarah menyebutkan veelow termasuk penghuni planet Kirlia, tempatku berasal. Tapi sayang, karena suatu akibat aku tidak bisa menjadi veelow seutuhnya, karena ayahku seorang snorth.
Aku sangat bingung, aku ingin menjadi snorth sempurna, tetapi aku juga ingin menjadi veelow juga. Karena itu, para samurai mengejarku. Aku sangat sempurna, bahkan lebih. Karena aku adalah gabungan veelow dengan snorth, rupawan dengan kesempurnaan cendikiawan. Aku menjadi makhluk yang paling terkenal diantara semuanya di planet Kirlia. Tapi aku mempunyai satu kelemahan yaitu sangat mudah terbunuh dan karena itu, aku sangat tersiksa. Bagiku semua kekuatanku hanya akan menunda kematianku sebentar, hanya dengan sedikit cara mereka bisa memusnahkanku.
Semua orang sangat membenciku, karena berteman dengan seorang veelow. Bai mereka seorang snorth tidak boleh berteman dengan veelow. "Wakksss..." jantungku berdegup kencang, terlintas di depanku veelow yang sangat menyeramkan. "Kau siapa ?" tanyaku. "Namaku Shiva Dorth, veelow terburuk yng pernah ada" katanya sangat sedih. "Maukah kau menjadi temanku ?" aku menawarkan. "Boleh... tetapi aku tidak bisa bermain di luar aku sangat malu!" jawabnya. satu lagi peraturan ku langgar, aku berteman dengan satu veelow lagi.
Betapa senangnya hari ini, aku mendapat teman baru, walaupun ku sangat was-was karena melanggar peraturan adat kami. "JANGAN...." teriakku. ayahku datang, "ada apa Dills, kamu tampak sakit ?" tanya ayahku. "Tidak... hanya mimpi buruk" kataku. Apakah itu hanya mimpi,
apakah itu mimpi atau tidak....